Tampilkan postingan dengan label Riani Astryana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riani Astryana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2011

Kiat Kampanye Lebih Sukses

Author: Riani Astryana

Pada masa kampanye pemilu di Indonesia tahun 2009, terjadi melonjaknya penggunaan layanan Bulk SMS dari berbagai calon legislatif maupun partisipannya.  Teknologi komunikasi yang kian hari kian canggih hingga merambah dalam penggunaan layanan Bulk SMS saat kampanye memang terbukti mampu menekan biaya kampanye yang biasanya tidak sedikit. Namun tak jarang metode kampanye seperti ini justru membuka peluang bagi partisipan yang ortodok terhadap calon legislatif yang diusungnya untuk melakukan konfrontasi besar-besaran demi mendapatkan suara. Hal ini tentu akan sangat mengganggu ruang pribadi pengguna ponsel tanah air.

Penggunaan teknologi Bulk SMS ini banyak diminati karena tepat guna, praktis, efisien dan tidak merusak lingkungan. Seperti pada tahun - tahun dimana penggunaan layanan ini belum familiar, pandangan kita akan terganggu dengan banyaknya spanduk, poster, umbul-umbul maupun bendera dari pihak yang berkampanye. Hal tersebut terbukti telah diminimalisir seperti yang terjadi pada pemilu tahun 2009 kemarin, yang hampir 50% metode kampanye di lakukan melalui SMS, selain metode penyebaran brosur, panflet, poster dan sejenisnya, dengan melakukan SMS Masking sender, sehingga bukan nomor yang tercantum melainkan nama pengguna maupun mengatasnamakan instansi yang melakukan kampanye.

Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang mengizinkan beragam metode kampanye saat musim kampanye, bukan pada masa tenang 3 hari sebelum hari pemungutan suara, termasuk kampanye melalui layanan SMS blast. Hal ini memerlukan kesadaran dan tanggungjawab si pengguna layanan, termasuk kepekaan masyarakat yang menerima SMS, untuk melaporkan jika ada tindak pelanggaran atau konten SMS yang terlalu mengganggu ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Belum mampunya provider atau operator seluler melakukan pelacakan hingga ke nama pengirim yang benar, saat ada pelanggaran etika kampanye via Bulk SMS, membuat pemerintah sulit membatasi peredaran Bulk SMS. Sejauh ini, yang bisa dilakukan oleh operator seluler dalam melakukan pelacakan pengirim SMS hanya sebatas pada area, itupun jika nomor ponsel si pengirim teregistrasi dengan data yang valid. Maraknya penggunaan SMS blast saat kampanye juga membuka peluang pelaku black campaign, yang isi kampanyenya biasanya bersifat konfrontasi, menyudutkan lawan, atau bahkan menawarkan janji yang terlalu berlebihan.

Frekuensi pengiriman SMS juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan baik oleh provider penyedia layanan Bulk SMS, maupun si penggunanya sendiri, dan harus melibatkan operator seluler di dalamnya.

Semakin sering pengguna Bulk SMS dalam berkampanye, mengirim SMS secara random, semakin mengganggu ruang pribadi penerima SMS. Ini mengindikasikan minimnya tingkat kepekaan terhadap etika dalam berkomunikasi si pengirim. Konten Bulk SMS yang singkat, jelas, tepat sasaran, tidak berlebihan dan menghargai kawan maupun lawan, akan menumbuhkan apresiasi si penerima SMS dan tidak menutup kemungkinan si penerima menjadi pendukung dari partai yang berkampanye.

Minggu, 26 Juni 2011

Perbedaan Yang Di Miliki Oleh GSM Dan CDMA

Author: Riani Astryana

Untuk sistem SMS mengenai GSM dan CDMA ternyata terdapat perbedaan. Melalui sebuah pelayanan yang di kasih oleh SMS Blast, yang saat ini masih di dominasi oleh Operator Seluler dengan jaringan GSM, kehadiran ponsel berjaringan CDMA menunjukkan jumlah pengguna Operator Seluler ini semakin meningkat, juga hampir menyaingi angka pemakai ponsel yang beroperasi menggunakan jaringan GSM

Yang menjadi perbedaan jaringan CDMA (Code Division Multiple Access) dengan GSM (Global System for Mobile Coomunications) hanya terletak pada kemampuan frekuensi yang bisa terjangkau. Jika jaringan GSM sudah memiliki frekuensi yang mampu menjangkau mulai dari 850 Mhz, 900 Mhz, 1800 Mhz dan 1900 Mhz, jaringan CDMA memililki frekuensi yang sangat terbatas, yakni hanya pada frekuensi 800Mhz dan 1900 Mhz. Pada CDMA, frekuensi bisa melayani pelanggan dalam waktu yang bersamaan selama tercover dalam frekuensi yang sama.

Dalam waktu mendatang, teknologi jaringan CDMA akan bersaing secara ketat dengan GSM maupun GPRS, berdasarkan keterbatasan akan lebar data dan aplikasi multimedia yang di tawarkan teknologi GSM. Akan tetapi, CDMA masih terdepan untuk kualitas suara dan data, harga yang relative lebih murah, investasi yang lebih kecil dan tingkat keamanan dalam berkomunikasi, karena biasanya jaringan CDMA tidak mudah di sadap. 

Bagaimana dengan fitur dalam mengirimkan SMS (short message system)? Kecepatan yang di dapatkan dari kedua jaringan tersebut bervariasi berdasarkan providernya. GSM yang teknologi frekuensinya mengalami perkembangan ke GPRS (General Packet Radio Service) dengan cakupan frekuensi yang memang lebih luas bila dibandingkan dengan CDMA. Salah satu provider penyedia layanan SMS Blast di Indonesia sudah mampu memberikan kecepatan pengiriman SMS hingga 10 ribu SMS/menit baik ke ponsel yang beroperasi pada jaringan GSM maupun CDMA

Penggunaan layanan 
SMS Blast baik yang ponselnya beroperasi menggunakan jaringan GSM maupun CDMA harus mengetahui peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena dengan menggunakan rasio perbandingan antara pengguna ponsel yang bergerak dalam jaringan CDMA saat ini yang semakin banyak dengan tawaran harga yang bisa dijangkau oleh segala lapisan masyarakat, semakin rentan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan perangkat teknologi informasi. 

Persaingan harga layanan 
SMS Blast masing-masing provider juga semakin ketat. Terlebih lagi, jika provider tersebut memberikan layanan tambahan, seperti teknologi SMS Masking, Bulk SMS, SMS Gateway dengan varian harga dan jumlah SMS dalam paket tertentu, akan semakin menarik minat pelanggan dalam menyebarkan informasi yang ia miliki. Semakin luas jaringan yang di-cover oleh provider tersebut, berarti semakin mempermudah pelanggan dalam menjangkau lebih banyak pengguna ponsel penerima SMS.

Selain faktor jangkauan frekuensi yang di punyai oleh sebuah provider berpengaruh cukup besar terhadap layanan 
SMS Blast, jangkauan area dengan posisi BTS (Base Tranceiver Station) sangat jauh dan biasanya terjadi di lokasi yang terpelosok bisa berpengaruh pada kecepatan menerima SMS Blast dari pengguna ponsel yang bergerak dalam jaringan GSM maupun CDMA. Tetap semua layanan tersebut bisa Anda dapatkan tergantung dari kemampuan provider penyedia layanan SMS Blast dalam menjangkau banyak frekuensi jaringan Operator Seluler.